Dihadapan Bupati Bangkalan Terpilih, Ra Hasani Mengatakan Banyak Orang Lupa Ketika Menjadi Pemimpin

oleh -1,708 views

POSMEDIA.ID, Bangkalan- Pilkada kabupaten Bangkalan telah selesai dilaksanakan, Paslon Nomor urut satu Lukman Hakim-Fauzan Jakfar menjadi calon terpilih yang ditetapkan oleh KPU Bangkalan. Hasani Zubair selaku ketua tim pemenangan paslon nomor urut satu tersebut mengatakan bahwa menang atau kalah dalam sebuah pertarungan merupakan hal yang biasa, karena dirinya meyakini semua paslon memiliki niat yang baik untuk membangun kabupaten Bangkalan.

 

“Kemenangan pilkada hanya sebuah strategi,” ucapnya saat hadir sebagai narasumber di acara Golden Pelatihan Kader Lanjutan (PKL) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bangkalan, Jumat (21/12/24).

 

Tapi menurutnya, kemenangan sesungguhnya adalah ketika apa yang menjadi harapan, baik harapan paslon maupun harapan masyarakat bisa tercapai.

 

“Kemenangan sesungguhnya adalah ketika janji sewaktu dia kampanye itu bisa diwujudkan dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya di hadapan para peserta Golden PKL yang salah satunya termasuk Bupati terpilih, Lukman Hakim.

 

Maka dari itu dirinya berharap Golden PKL PC GP Ansor Bangkalan yang dilaksanakan selama empat hari itu bisa menghasilkan kader yang berintegritas.

 

“Output dari PKL ini nantinya akan membentuk kader yang memiliki nilai leadership, membangun kwalitas diri yang berintegritas,” tegasnya.

 

Dirinya menyampaikan alasan mengapa integritas menjadi penting bagi siapapun yang ingin menjadi pemimpin.

 

“Pak Lukman, mengapa kemudian partai politik mendukungnya itu juga tidak serta merta, salah satu variabel partai politik mendukung pak Lukman karena didukung para tokoh, saya saja sebelum memutuskan untuk mendukung sempat menanyakan apa tujuan menjadi Bupati, kebetulan waktu itu beliau menjawab akan menjadi pelayan untuk rakyat,” ucapnya menceritakan bahwa integritas penting untuk bisa menjadi seorang pemimpin.

 

Dirinya juga bercerita betapa banyaknya seseorang setelah terpilih menjadi pemimpin baik itu kepala desa, Bupati, gubernur maupun presiden mereka lupa untuk melayani rakyat bahkan bertindak layaknya seorang raja yang butuh dilayani dan tidak segan untuk menindas rakyat. (Red)

No More Posts Available.

No more pages to load.