Penulis saat sedang foto bersama dengan pemilik restoran Madura Kitchen di UK Inggris, (Foto: Dok Pribadi)
Oleh : Ahmad Syaifullah, M.Akun*
Inggris merupakan salah satu kekuatan ekonomi di benua eropa. Kekuatan utama Inggris terletak pada sektor jasa, keuangan, perdagangan, dan pariwisata. Berdasarkan laman visitbritain.org bahwa kunjungan wisatawan ke inggris lebih dari 42 juta orang pada tahun 2025 dan angka ini naik sekitar 2% setiap tahunnya. Arus manusia dari berbagai belahan dunia membuat kebutuhan akan produk dan layanan menjadi sangat beragam. Di sinilah peluang usaha terbuka lebar.
Masyarakat Inggris terbiasa dengan perbedaan budaya, termasuk dalam hal makanan. Tidak mengherankan jika restoran dengan latar belakang negara lain tumbuh subur. Restoran China, India, Malaysia, Thailand, Italia, Turki, hingga Timur Tengah menjadi bagian dari keseharian warga London. Dalam lanskap inilah restoran bercita rasa Indonesia mulai menemukan tempatnya.
Kuliner sering menjadi pintu masuk paling kuat untuk memperkenalkan budaya. Rasa adalah bahasa universal. Makanan tidak membutuhkan banyak penjelasan, cukup sekali mencoba, orang akan mengerti. Inilah yang membuat bisnis restoran menjadi salah satu peluang usaha paling menarik di Inggris. Masakan Indonesia, dengan kekayaan rempah dan cita rasa yang kuat, sejatinya memiliki keunggulan kompetitif.
Ada beberapa restoran Indonesia di inggris, salah satunya adalah Madura Kitchen, hadir membawa konsep masakan Indonesia dengan fokus pada cita rasa Madura. Masakan Madura dikenal berani, tajam bumbu, dan penuh karakter. Di tengah dominasi rasa India yang cenderung pedas dan kaya rempah, serta masakan Asia Timur yang lebih ringan, masakan Madura menawarkan pengalaman rasa yang berbeda. Kehadiran restoran seperti ini menunjukkan bahwa kuliner Indonesia bukan hanya bisa diterima, tetapi juga punya potensi berkembang di pasar Inggris.
Bagi orang Indonesia yang tinggal di Inggris, khususnya London, nama Madura Kitchen relatif cepat dikenal. Restoran ini menjadi semacam titik temu emosional, tempat melepas rindu pada rasa kampung halaman. Tidak sedikit warga Indonesia yang datang ke Inggris, baik untuk bekerja, belajar, maupun berkunjung, menyempatkan diri mampir ke Madura Kitchen. Dari sini terlihat bahwa komunitas diaspora Indonesia memainkan peran penting dalam menopang dan mempromosikan usaha semacam ini.
Sejarah Madura Kitchen
Madura Kitchen didirikan pada September 2023 dan didirikan dan dimiliki oleh diaspora Indonesia asal Bangkalan Madura. Ia pernah menjadi siswa SMPN 4 Bangkalan dan alumni SMA Negeri 2 Bangkalan. Pengalamannya sebagai chef disalah satu restoran di London, Inggris dan mengetahui seluk beluk dunia usaha memotivasi dirinya untuk memiliki restoran sendiri. Keinginan yang kuat dan dukungan diaspora berdirilah restoran dengan brand “Madura Kitchen”. Dengan mengusung konsep masakan Indonesia bercita rasa Madura.
Diusianya relatif muda, namun kehadirannya cukup mencuri perhatian publik. Dengan mengusung konsep masakan Indonesia bercita rasa Madura. Konsistensi terhadap pilihan menu, racikan bumbu, hingga penyajian sesuai dengan khas Madura yang autentik ditengah maraknya restoran global dan lidah masyarakat UK yang tawar menjadi tantangan tersendiri. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, Madura Kitchen berhasil sejajar dengan restoran yang lebih dulu ada. Restoran ini ditetapkan sebagai 1 dari 8 restoran indonesia di dunia versi S’RASA dan menjadi 1 diantara 5 restoran Indonesia halal di London yang direkomendasikan oleh netizen UK.
Kehadiran Madura Kitchen memberi pelajaran penting bahwa peluang usaha di Inggris terbuka bagi siapa saja yang mampu membaca pasar dan menjaga kualitas. Namun, di balik peluang besar tersebut, ada sejumlah aspek krusial yang harus dipahami, terutama terkait jenis usaha, perizinan, standar usaha, modal, dan tantangan yang akan dihadapi.
Ijin Usaha
Membuka usaha di London tidak bisa dilepaskan dari aspek legalitas. Izin usaha adalah fondasi utama agar bisnis bisa berjalan secara sah dan berkelanjutan. Salah satu izin dasar adalah pendaftaran bisnis. Usaha harus didaftarkan sebagai sole trader, partnership, atau limited company. Bentuk ini menentukan tanggung jawab hukum, sistem pajak, dan tata kelola usaha. Untuk restoran, bentuk limited company sering dipilih karena dianggap lebih profesional dan memiliki pemisahan yang jelas antara aset pribadi dan aset bisnis.
Selain pendaftaran bisnis, restoran wajib terdaftar di local council setempat. Pendaftaran ini bertujuan agar otoritas lokal mengetahui keberadaan usaha makanan di wilayahnya. Setelah terdaftar, restoran akan mendapatkan inspeksi dari badan pengawas kesehatan lingkungan. Disinilah pentingnya izin food business registration, yang memastikan bahwa usaha makanan memenuhi standar keamanan pangan.
Izin lain yang tidak kalah penting adalah food hygiene certification. Sertifikat ini menunjukkan bahwa pengelola dan staf memahami prinsip kebersihan makanan, mulai dari bagaimana mendapatkan stok, penyimpanan bahan, proses memasak, preparing, hingga penyajian. Semua izin tersebut bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari sistem yang harus dijalani dengan tujuan untuk melindungi konsumen dan menjaga kepercayaan publik.
Selain izin, standar operasional menjadi penentu keberlangsungan usaha restoran di London. Standar kebersihan adalah yang paling utama. Dapur harus memenuhi ketentuan sanitasi, ventilasi, pencahayaan, dan alur kerja yang aman. Bahan makanan harus disimpan pada suhu yang tepat dan terpisah sesuai jenisnya. Pengelolaan limbah juga diatur dengan ketat agar tidak mencemari lingkungan.
Standar keselamatan kerja juga harus dipenuhi. Restoran wajib memastikan bahwa tempat kerja aman bagi karyawan. Ini mencakup penggunaan alat masak, pencegahan kebakaran, hingga pelatihan dasar keselamatan. Selain itu, standar pelayanan kepada pelanggan menjadi bagian yang tidak tertulis, tetapi sangat menentukan.
Di Inggris, pelanggan sangat menghargai ketepatan waktu, keramahan, dan kejelasan informasi produk, informasi alergi atau ramah alergi. Restoran yang mampu menjaga standar ini cenderung lebih dipercaya dan direkomendasikan dari mulut ke mulut.
Pemerintah inggris melalui pemerintah lokal ditiap daerah selalu melakukan kontrol secara periodik terhadap badan usaha. sesuai dengan pengalaman bahwa inspeksi dilakukan secara ketat dan profesional apalagi menyangkut makanan dan kesehatan.
Di balik regulasi dan standar yang ketat, peluang usaha di Inggris tetap sangat besar. Inggris adalah negara dengan daya beli masyarakatnya yang tinggi. Masyarakatnya terbiasa mengeluarkan uang untuk makan di luar, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun pengalaman kuliner.
Warga inggris semakin terbuka untuk mencoba cita rasa baru, variasi masakan diluar burger, sandwich, dan masakan cepat saji lainnya. Investasi di sektor restoran bisa menjadi pintu masuk bagi investor kecil maupun menengah. Selain membuka restoran sendiri, peluang juga terbuka melalui kerja sama, waralaba, atau investasi pasif dan akuisisi usaha yang sudah berjalan.
Berinvestasi atau membuka usaha di Inggris berarti masuk ke ekosistem bisnis yang relatif stabil dan transparan. Sistem hukum yang jelas memberi kepastian bagi pelaku usaha. Akses ke pasar internasional juga lebih terbuka, karena Inggris menjadi penghubung bagi negara di Eropa dan dunia. Bagi pelaku usaha Indonesia, ini bukan hanya soal mencari keuntungan, tetapi juga membangun brand dan reputasi di level global.
Modal Madura Kitchen
Peluang usaha menjanjikan namun peluang tidak bisa dilepaskan dari kesiapan modal. Modal dalam membuka usaha restoran di Inggris tidak selalu bicara tentang uang. Ada beberapa unsur penting yang saling terkait.
Pertama adalah kemampuan, skill, dan pengalaman. Mengelola restoran membutuhkan pemahaman tentang manajemen, dapur, pelayanan, dan pemasaran. Pengalaman di industri kuliner menjadi nilai tambah besar, karena membantu pengusaha mengambil keputusan yang tepat dalam situasi sulit.
Kedua adalah keberanian. Membuka usaha di negeri orang selalu mengandung risiko. Perbedaan budaya, bahasa, dan sistem bisa menjadi tantangan. Keberanian dibutuhkan untuk mengambil langkah pertama, menghadapi ketidakpastian, dan bangkit ketika menghadapi kegagalan. Tanpa keberanian, peluang sebesar apa pun akan sulit diwujudkan.
Ketiga, modal finansial. Untuk mewujudkan usaha modal menjadi faktor penentu. Penyediaan bahan, Biaya sewa tempat di London relatif tinggi. Selain itu, ada biaya renovasi, peralatan dapur, bahan baku awal, gaji karyawan, dan cadangan operasional. Perencanaan keuangan yang matang menjadi kunci agar usaha tidak berhenti di tengah jalan. Modal yang cukup memberi ruang untuk beradaptasi, terutama di masa awal usaha.
Keempat adalah komunitas. Komunitas diaspora Indonesia di Inggris memiliki peran yang sangat strategis. Madura kitchen percaya bahwa jumlah diaspora yang lumayan banyak di London, dan terbentuk beberapa komunitas yang kuat mulai dari komunitas atas nama daerah, pelajar, buruh miggran, bisa menjadi pelanggan awal, promotor, sekaligus jaringan dukungan. Hubungan yang baik dengan komunitas lokal, baik sesama Indonesia maupun lintas budaya, membantu usaha lebih cepat dikenal dan diterima. Madura Kitchen, misalnya, tumbuh tidak lepas dari dukungan dan kedekatan dengan berbagai komunitas dan diaspora indonesia yang terjalin selama ini.
Di sisi lain, tantangan restoran di Inggris juga nyata dan harus dihadapi dengan realistis. Tantangan pertama adalah makanan dan konsistensi rasa. Menjaga rasa agar tetap sama dari waktu ke waktu bukan hal mudah, apalagi jika bahan baku harus didatangkan dari Indonesia. Pelanggan yang datang kembali biasanya berharap rasa yang sama seperti kunjungan sebelumnya. Ketidakkonsistenan bisa langsung menurunkan kepercayaan.
Tantangan kedua adalah inovasi. Pasar kuliner di London sangat dinamis. Restoran baru terus bermunculan dengan konsep unik. Tanpa inovasi, usaha bisa cepat terasa biasa saja. Inovasi tidak selalu berarti mengubah identitas, tetapi bisa berupa variasi menu, cara penyajian, atau pengalaman pelanggan. Menjaga keseimbangan antara autentisitas dan adaptasi menjadi kunci.
Tantangan ketiga adalah harga. Biaya operasional yang tinggi sering berujung pada harga jual yang lebih mahal. Di sisi lain, pasar tetap sensitif terhadap harga. Menentukan harga yang adil, kompetitif, dan tetap menguntungkan membutuhkan perhitungan matang. Harga juga harus sejalan dengan kualitas dan pengalaman yang ditawarkan.
Keempat tantangan digital, hari ini dunia sudah masuk pada zona digital, cara konvensional memperkenalkan usaha atau produk tidak bisa hanya bertumpu pada iklan dan poster. Restoran dituntut aktif di media sosial dan kolaborasi dengan influencer. Penjualan tidak hanya menunggu customer datang, namun juga harus berjualan secara online dengan bekerjasama penyedia aplikasi online. Kolaborasi, Visualisasi dan konsisten menjadi kunci menembus dunia digital.
Dari semua uraian tersebut, terlihat bahwa peluang usaha di United Kingdom khususnya Inggris masih terbuka sangat lebar dan memiliki potensi besar. Melihat Madura Kitchen menunjukkan bahwa dengan konsep yang jelas, rasa yang kuat, dukungan dan jaringan komunitas, nyali yang besar, usaha kuliner Indonesia bisa tumbuh di London Inggris.
Dua tahun berjalan, Kehadirannya tidak sekedar ada namun mampu bersaing dengan restoran asia lainnya yang berjaringan secara masif. Peluang ini tidak datang tanpa tantangan, tetapi bagi mereka yang siap secara mental, skill, dan perencanaan, Inggris bisa menjadi ladang pembelajaran sekaligus pengembangan usaha yang menjanjikan. Dari Madura Kitchen, kami berharap ke depannya akan lahir lebih banyak dapur-dapur Indonesia lainnya di United Kingdom dan di berbagai belahan dunia. Indonesia memiliki kekayaan kuliner dengan cita rasa yang kuat, dan sudah selayaknya dikenal, dicintai dan bisa dinikmati oleh dunia.
*Penulis adalah Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Trunojoyo Madura, Alumni STAR BPKP-RI yang saat ini tinggal di Inggris, United Kingdom






