“Nitip” NU Ke Kiai Zulfa

oleh -98 views

Oleh: Ahrori Dhofir

Muktamar Ke 35 belum duketahui kapan waktunya. Beberapa Kiai pesantren sudah memberi arahan untuk sosok yang berkuwalitas memimpin NU; memimpin dengan kaffah.
PBNU banyak dihuni oleh orang orang pintar, namun belum tentu benar. PBNU dengan variasi latar belakang, pastinya banyak kader yang layak untuk di usung pada Muktamar mendatang.

Gus Yahya-walaupun sempat berkonflik di kepengurusannya- ternyata masih hasrat untuk maju. Merasa punya banyak PW dan PC, sehingga percaya diri untuk memimpin NU Lima tahu kedepan. Frontal! Iba sekali.

Bagaimana dengan Kiai Zulfa? Terlihat sederhana. Tidak berapi api dalam Pidato. Isinya daging semua. Berbobot. Tak Ada bahasa “koheren” dari ceramah ceramah Kiai Zulfa. Tidak ada basa-basi dari bahasa Kiai Zulfa. Yang ada hanyalah; hormati fikih organisasi. Tempatkan Rais sebagai pengatur dari Jamiyah. Itulah Kiai Zulfa. Tak berpenampilan gagah, namun menggugah.

Beliau adalah sosok yang paling siap untuk menahkodai NU. Sosok sederhana itu mempunyai wawasan luas. Ilmunya matang. Kedekatan dengan semua lapisan tidak diragukan. Netralitas terjaga. Moralitas sangat steril. Tinggal PWNU dan PCNU untuk berfikir konkrit. Bukan lagi mencari hal-hal yang kurang baik. Ingat! NU didirikan oleh para Wali. Orang yang dekat kepada sang Ilahi.

Kehadiran Kiai Zulfa dalam kasak kusut Muktamar menjadi oase. Harapan besar Kiai Zulfa bisa menjadi nahkoda sebagai Ketua umum PBNU.

Maka, tidak salah menitipkan NU kepada Kiai Zulfa. Karena beliau adalah orang berilmu. Tawadlu’ adalah gambaran sikapnya. Kematangan dalam mengambil keputusan selalu bersanad kepada para masyayikh. Kiai Zulfa adalah potret figur yang dinanti Untuk dandani NU yang sudah komplikasi. Untuk bersih bersih pengurus yang Salah niat. Semoga saja Kiai Zulfa berkenan.

*Sekjend Forum Bindereh Nusantara

No More Posts Available.

No more pages to load.