POSMEDIA.ID, Bangkalan,- Anggota DPRD kabupaten Bangkalan Fathur Rosi mengatakan bahwa dirinya telah melaksanakan rapat gabungan antara komisi satu dan komisi dua dalam rangka mengantisipasi kemacetan yang ditimbulkan oleh arus mudik lebaran.
“Rapat yang kita lakukan hari ini adalah bentuk kepedulian pemerintah kabupaten Bangkalan dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran arus mudik di kabupaten Bangkalan, karena yang selama ini terjadi kebiasaan di kabupaten Bangkalan ini sebagai pintu masuk pulau Madura kemacetannya sangat luar biasa
Sehingga kami memanggil semua stakeholder mulai dari kepala pasar, camat dan muspika di kecamatan masing-masing untuk rapat dan duduk bersama bahkan kita memerintahkan dishub dan satpol PP untuk mengirimkan pegawainya ke tempat-tempat titik rawan tersebut, sehingga beban kemacetan ini, mulai tahun ini, tidak dibebankan kepada polres dan kodim saja tapi pemerintah juga harus hadir,” ucapnya melalui akun Media Sosial TikTok milik DPRD kabupaten Bangkalan Kamis (27/03/25).
Melalui akun tiktok resmi DPRD Bangkalan tersebut tim posmedia.id menanyakan apakah Penerangan Jalan Umum (PJU) yang sering menjadi keluhan masyarakat juga menjadi poin pembahasan pada rapaylt tersebut. Karena selain rawan terjadi begal kondisi jalan yang minim penerangan juga sering menjadi penyebab terjadinya kecelakaan lalulintas. Lebih-lebih ketika terjadi arus mudik lebaran.
“PJU tidak dibahas ya pak dewan ?” Tanya tim posmedia.id.
Menanggapi pertanyaan diatas, Anggota dewan dari partai Demokrat tersebut lalu menjawab bahwa rapat kali ini masih fokus membahas kemacetan arus mudik.
“masih fokus kemacetan arus mudik,” tulisnya menjawab pertanyaan di kolom komentar.
Lalu kemudian tim posmedia.id lanjut mempertanyakan bahwa kemacetan yang belum terjadi sudah menjadi fokus anggota DPRD kabupaten Bangkalan, padahal lampu PJU yang sudah padam sejak lama belum menjadi fokus utama.
Menanggapi pertanyaan tersebut Fathur Rosi lalu mempertegas bahwa dirinya masih rapat dalam rangka mengantisipasi kemacetan menjelang mudik lebaran.
“Kita rapat tadi itu dalam rangka mengurangi kemacetan arus mudik, karena kabupaten Bangkalan ini jadi pintu masuk pulau Madura, sedangkan pemerintah daerah saat ini sedang fokus untuk melakukan efisiensi anggaran, di eksekutif itu, jadi kita menunggu setelah lebaran kira rapat masalah anggaran,” ucapnya Melalui vidio TikTok.
Tidak hanya itu bahkan pria yang sudah menjadi Anggota DPRD Bangkalan priode ke tiga tersebut mengatakan bahwa dirinya sudah bekerja dan meminta tim posmedia.id untuk hadir dan ikut rapat di gedung anggota dewan agar tau ketika anggota DPRD Bangkalan menggelar rapat.
“Wong kita itu bekerja, sampean itu kan taunya dari media sosial, tidak pernah datang ke kami, datang waktu kami rapat, cuman mengambil postingan-postingan di media sosial, ayo ke kantor, le padeh taoh rapat kita itu rapat dekremah munpas alakoh kleroh adek bendereh oreng (biar sama-sama tau, rapat kita itu rapat bagaimana, kalau kerja salah, tidak ada orang yang benar,” ucapnya dengan nada sedikit kecewa.
Postingan vidio TikTok tersebut lantas mendapatkan banyak komentar baik yang bernada mendukung maupun sebaliknya.
“Jangan kemacetan aja pak dewan, sedangkan yg mudik tidak terjadi siang aja, tapi malam juga ada yg mudik, PJU banyak yg mati alias Bangkalan Gelap,” tulis akun bernama @bangkalanterkini.
Namun komentar berbeda juga disampaikan oleh akun bernama @achmadsolmat.
“cocok pak dewan .. ajiah keng nyareh salanan oreng took…. sabbber pak dewan… maju trus ????????????????,” tulisnya mendukung apa yang dilakukan oleh Fathur Rosi selaku anggota DPRD Bangkalan.
Padahal di hari yang sama, dikesempatan yang berbeda, Ketua DPRD Bangkalan, Dedy Yusuf, berharap sinergitas dengan media terus terjalin. Media diharapkan dapat mengabarkan kinerja dewan kepada masyarakat agar diketahui secara luas.
“Peran wartawan sangat penting bagi kami. Kami tidak membatasi kerja jurnalis. Kepada siapa pun rekan media, kami terbuka,” kata Dedy saat buka puasa bersama di Kantor DPRD Bangkalan seperti yang dikutip suara Indonesia Kamis (27/03/25).
Tidak hanya ketua DPRD Bangkalan, Wakil Ketua I DPRD Bangkalan, Fatkhurrahman, meminta agar rekan jurnalis dapat bekerja sama dengan dewan dalam pemberitaan. Pihaknya yakin bahwa kritik dari media merupakan sarana untuk membangun dan berbenah diri.
Menurutnya, lembaga legislatif memang memiliki fungsi pengawasan. Namun demikian, DPRD juga perlu diawasi, salah satunya melalui media, agar kinerjanya semakin baik.
“Pekerjaan yang masih kurang, jika dikritik, bisa diperbaiki menjadi lebih baik. Dewan tidak antikritik terhadap pemberitaan jurnalis. Kritiklah kami sesuai peran dan fungsi jurnalistik,” tegasnya. (Red)