POSMEDIA.ID, Bangkalan,- Kemaren Bangkalan di hebohkan dengan berita seorang nenek sebatang kara bernama Maela (75) warga Dusun Demangan, Desa Kamal, Kabupaten Bangkalan meninggal terpanggang di rumahnya yang kebakaran.
Berdasarkan informasi yang berhasil di himpun dari berbagai sumber di lapangan, Almarhum Maela memilih tinggal sendiri di dalam gubuk sederhana yang terbuat dari kayu dan seng di usianya yang sudah senja yaitu 75 tahun. Sedangkan anaknya berada di luar kota.
Rumah ukuran 7×5 meter yang ditempati Almarhum Maela pun tidak teraliri listrik, untuk penerangan setiap harinya hanya menggunakan sebuah lampu minyak. Inilah yang diperkirakan menjadi penyebab terjadinya kebakaran pada Sabtu (15/03/25) pukul 02.00 wib sehingga jasad almarhum Maela ikut terpanggang.
“Diduga, api berasal dari lampu minyak di rumahnya karena memang untuk dapur tidak digunakan. Menurut keterangan keponakannya, setiap makan selalu dikirim oleh keponakan tersebut,” ucap Kapolsek Kamal Iptu Pariadi.
Peristiwa meninggalnya Almarhum Maela ternyata tidak hanya meninggalkan kisah prihatin atas perjalanan hidupnya yang sangat sederhana bahkan bisa dikatakan jauh kekurangan dibandingkan dengan tetangga sekitarnya. Namun juga mengisahkan cerita fakta yang menarik lainnya yang berhasil dihimpun oleh tim Posmedia.id di lapangan berdasarkan cerita warga sekitar, yang diantaranya adalah :
1. Mandiri
Walaupun hidup dalam keadaan berkekurangan dan sudah usia lanjut, Alm Maela tetap memilih hidup mandiri walaupun sendirian serta menolak ajakan keluarga lainnya untuk tinggal bersama di tempat tinggal yang lebih layak.
“Bukan tidak diajak, tapi tidak pernah mau, ya mau gimana lagi,” ucap salah satu keluarga yang rumanya dijadikan tempat untuk membacakan doa tahlil untuk alm Maela. Sehingga beberapa masyarakat berkesimpulan Almarhum Maela sosok orang yang tidak mau merepotkan orang lain selama dirinya bisa.
2. Suka Bersedekah
Tidak hanya mandiri dan tidak mau merepotkan orang lain, Almarhum Maela ternyata orang yang suka bersedekah. Hal ini diketahui pada saat satu hari sebelum almarhum Maela meninggal ada petugas kementerian yang mendatangi rumanya untuk dilakukan survei atau Ground Cek Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Pada saat petugas mendatangi rumahnya, Almarhum Maela walaupun dalam keadaan terbatas dan serba kekurangan dirinya masih menyempatkan untuk bersedekah dengan menyarankan petugas survey untuk mengambil buah pisang dan beberapa buah kedondong untuk dibawa pulang sebagai buah tangan, kebetulan di halaman rumah Almarhum Maela ada pohon pisang dan pohon kedondong yang sedang berbuah.
“Nenek Maela orangnya sangat baik, aku disuruh ambil pisangnya didepan rumahnya dan kedongdong yang besar-besar buat rujak,” ucap Malik salah satu pendamping PKH yang kebetulan sedang menjalankan tugas Ground cek DTSEN satu hari sebelum peristiwa kebakaran yang merenggut nyawa nenek sebatang kara tersebut.
3. Semerbak Bau Harum
Tidak hanya Mandiri dan suka bersedekah, yang tidak kalah mengagumkan adalah cerita tentang semerbak aroma harum di lokasi tempat jasad Almarhum Maela meninggal terbakar. Semerbak Aroma harum ini diketahui dan disaksikan oleh para tetangga yang tempat tinggalnya tidak jauh dari lokasi kebakaran.
“gak ada tanda tanda kalo mau meninggal, karena sempat ajekgejek (bergurau.red) di rumah nya, ternyata setelah meninggal wow bau harumnya kemana mana, tetangganya heran,” ucap Malik menceritakan apa yang dirasakan setalah mendatangi tempat meninggalnya Almarhum Maela.
Nurul salah satu warga lainnya juga mengaku menyaksikan aroma harum di tempat kejadian terbakarnya jasad almarhum Maela.
“Tadi sudah kesana juga, harum banget,” tuturnya dengan ekspresi heran dan kagum.
Bahkan tim dari posmedia.id yang juga menyempatkan diri untuk hadir di lokasi kejadian merasakan semerbak aroma harum tersebut. Namun memang belum ada data ilmiah yang bisa digunakan untuk memastikan bahwa aroma harum tersebut datang dari jasad almarhum Maela yang terbakar, yang jelas di lokasi tempat kejadian terbakarnya almarhum Maela menyeruak aroma harum ayng tidak biasa, namun bisa saja aroma tersebut datang dari parfum milik almarhum yang pecah atau tumpah ketika terjadi kebakaran serta kemungkinan-kemungkinan lainnya yang belum bisa dipastikan kebenarannya.
Namun dari tiga kisah diatas cukup membuat penulis kagum dan mendoakan semoga Almarhum Maela Husnul Hotimah serta mendapatkan balasan surga atas segala amal baiknya. (Red)