Praktek Sulap Data Kunjungan Pasien BPJS Diduga Juga terjadi di Puskesmas yang ada di Kabupaten Bangkalan

oleh -267 views

Bangkalan, Posmedia.id,- Berita dugaan penggelembungan data kunjungan pasien BPJS kesehatan di salah satu puskesmas Masalembu di kabupaten Sumenep mendapatkan tanggapan dari salah satu warga kabupaten Bangkalan yang sengaja di sembunyikan identitasnya.

 

Menurutnya praktek sulap data kunjungan pasien BPJS sudah lumrah dilakukan dimanapun termasuk di kabupaten Bangkalan.

 

“Sepertinya memang dikondisikan seperti itu, di Bangkalan juga begitu,” tuturnya Senin (09/12/24).

 

Dia mengatakan begitu bukan tanpa alasan, bahkan dirinya mengaku menjadi korban dari praktik manipulatif tersebut.

 

“Saya sendiri data di aplikasi JKN mobile ditulis periksa ke PKM padahal saya tidak periksa,” lanjutnya seraya tersenyum.

 

Bahkan menurutnya ada yang lebih parah yaitu masyarakat yang berobat dengan status umum tetap di masukkan sebagai pasien BPJS.

 

“Yang perlu diviralkan itu, pasien bayar umum tapi oleh PKM di klaimkan ke BPJS,” ucapnya.

 

Namun setelah ditanya lebih lanjut apakah ada pasien umum yang di klaim sebagai pasien BPJS oleh oknum rumah sakit, dirinya memberikan jawaban dilematis.

 

“Mungkin tidak ada, tapi seandainya ada kita tidak boleh diam, Kalau kita tidak mampu, cukup menggerakkan hati saja itu sudah gugur kewajiban kita,” ucapnya serasa tidak enak hati untuk mengungkap hal tersebut.

 

Tidak hanya satu orang, Sebelumnya melalui akun resmi media sosial TikTok milik posmedia.id juga ada yang berkomentar mengaku punya pengalaman unik perihal permainan data kunjungan BPJS di Puskesmas.

 

“skrg mulai cek mobile jkn deh, menu info rwyat plynan. dlu gue prnh ke pskesmas 1x doang, ngmbil bku pink pke bpjs. tpi rwyt ny ada trus tiap bln pke bpjs. pdhl tgl sgtu gue gak ad konsul atau ke puskesmas. Dan gue kontrol slu ke klinik pke uang pribadi. btw itu pas di jkt,” tulis akun tiktok bernama @Panda.

 

Untuk diketahui seperti yang telah ditulis sebelumnya bahwa Puskesmas di Pulau Masalembu Kabupaten Sumenep diduga melakukan penggelembungan data pasien BPJS.

 

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari narasumber yang sengaja identitasnya dirahasiakan mengatakan bahwa kunjungan yang hanya ratusan perbulan disulap menjadi ribuan.

 

“Kunjungan yang per bulan ke puskesmas hanya kurang lebih 200 orang, sedangkan yg dientri ke BPJS itu 3000 lebih,” ucapnya Rabu (04/12/24).

 

Dirinya menerangkan bahwa petugas menggunakan data palsu untuk memenuhi kuota ribuan tersebut.

 

“Itu semua ngarang, asal punya BPJS di entri,” tambahnya.

 

Bahkan dirinya yakin puskesmas tidak akan memiliki data rekam medis ribuan pasien tersebut.

 

“Kalau puskesmas diminta data itu tidak akan punya, itu kan pastinya dientri biasanya dari perawatnya kan nyetorkan data, tapi perawat nya tidak ngajukan data, yang kerja hanya tim entri saja,” tegasnya seraya menunjukkan beberapa berkas bukti-bukti pemalsuan data pasien tersebut.

 

Tidak hanya diduga menyulap data pasien BPJS, bahkan Puskesmas Masalembu juga diduga tidak profesional dalam melayani masyarakat karena petugasnya diketahui jarang masuk kantor. Hal tersebut disampaikan langsung oleh warga setempat yang sengaja tidak disebutkan identitasnya.

 

“Iya kapusnya sering bolos,” ucapnya seraya menunjukkan vidio rekaman puskesmas dalam keadaan kosong tanpa berpenghuni Jum’at (06/12/24).

 

Menurutnya puskesmas apapun alasannya tidak boleh kosong, apalagi itu puskesmas satu-satunya yang ada di kecamatan Masalembu.

 

“Puskesmas harus ada yang piket,” tuturnya lagi.

 

Parahnya lagi, akibat dari kepala puskesmas yang jarang masuk mengakibatkan tidak adanya pengawasan terhadap petugas yang ada di puskesmas tersebut.

 

“Kurangnya kontrol dari pimpinan sehingga puskesmas sering kosong,” tambahnya lagi.

 

Dirinya berharap ada pengawasan dan tindakan tegas dari dinas setempat.

 

Dirinya juga membantah keterangan dinas kesehatan kabupaten Sumenep yang mengatakan bahwa saat pelayanan poli tutup petugas ada di ruang UGD.

 

“Itu tidak benar, saat vidio diambil ruang UGD juga kosong tidak ada petugas,” pungkasnya.

 

Tim redaksi posmedia.id sudah mencoba menghubungi kepala Puskesmas Masalembu untuk mengkonfirmasi, namun hingga berita ini ditulis belum ada respon apapun. (Red)

No More Posts Available.

No more pages to load.