Tidak Hanya Menyulap Data Pasien BPJS Hingga Ribuan, Kepala Puskesmas Masalembu Juga Diketahui Jarang Masuk Kantor

oleh -611 views

Sumenep, Posmedia.id,- Tidak hanya diduga menyulap data pasien BPJS dari ratusan hingga menjadi ribuan, Puskesmas Masalembu juga diduga tidak profesional dalam melayani masyarakat karena kepala puskesmasnya  diketahui jarang masuk kantor. Hal tersebut disampaikan langsung oleh warga setempat yang sengaja tidak disebutkan identitasnya.

 

“Iya kapusnya sering bolos,” ucapnya seraya menunjukkan vidio rekaman puskesmas dalam keadaan kosong tanpa berpenghuni Jum’at (06/12/24).

 

Menurutnya puskesmas apapun alasannya tidak boleh kosong, apalagi itu puskesmas satu-satunya yang ada di kecamatan Masalembu.

 

“Puskesmas harus ada yang piket,” tuturnya lagi.

 

Parahnya lagi, akibat dari kepala puskesmas yang jarang masuk mengakibatkan tidak adanya pengawasan terhadap petugas yang ada di puskesmas tersebut.

 

“Kurangnya kontrol dari pimpinan sehingga puskesmas sering kosong,” tambahnya lagi.

 

Dirinya juga membantah keterangan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep yang mengatakan bahwa saat pelayanan poli tutup petugas ada di ruang UGD.

 

“Itu tidak benar, saat vidio diambil ruang UGD juga kosong tidak ada petugas,” pungkasnya seraya berharap ada pengawasan dan tindakan tegas dari dinas setempat.

 

Tim redaksi posmedia.id sudah mencoba menghubungi kepala Puskesmas Masalembu untuk mengkonfirmasi, namun hingga berita ini ditulis belum ada respon apapun.

 

Untuk diketahui seperti yang telah ditulis sebelumnya Redaksi Posmedia.id juga mendapatkan informasi adanya dugaan penggelembungan data pasien BPJS di Puskesmas Masalembu Kabupaten Sumenep.

 

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari narasumber yang sengaja identitasnya dirahasiakan mengatakan bahwa kunjungan yang hanya ratusan perbulan disulap menjadi ribuan.

 

“Kunjungan yang per bulan ke puskesmas hanya kurang lebih 200 orang, sedangkan yg dientri ke BPJS itu 3000 lebih,” ucapnya Rabu (04/12/24).

 

Dirinya menerangkan bahwa petugas menggunakan data palsu untuk memenuhi kuota ribuan tersebut.

 

“Itu semua ngarang, asal punya BPJS di entri,” tambahnya.

 

Bahkan dirinya yakin puskesmas tidak akan memiliki data rekam medis ribuan pasien tersebut.

 

“Kalau puskesmas diminta data itu tidak akan punya, itu kan pastinya dientri biasanya dari perawatnya kan nyetorkan data, tapi perawat nya tidak ngajukan data, yang kerja hanya tim entri saja,” tegasnya seraya menunjukkan beberapa berkas bukti-bukti pemalsuan data pasien tersebut.

 

Redaksi posmedia.id mencoba untuk mengkonfirmasi perihal kebenaran informasi adanya dugaan pemalsuan data pasien BPJS di salah satu puskesmas yang ada di kepulauan di kabupaten Sumenep tersebut, namun hingga berita ini ditulis, Kepala Puskesmas Masalembu belum merespon upaya konfirmasi tersebut. (HI/Hs)

No More Posts Available.

No more pages to load.